Jenis burung

Ini Dia Kampung Penangkaran Burung Paling Populer

Pucung dulunya di kenal sebagai burung trucukan jantan kampung banyak penjual burung. Waktu ini daerah ini di kenal sebagai kampung penangkaran burung. Bahkan juga dari penangkaran burung ini, rotasi duit dapat menjangkau Rp20 miliar tiap tiap bulannya. Keberhasilan aktivitas penangkaran burung ini tidak terlepas dari peran Agung Trisnawanto, 33, warga Dusun Karangtalun, RT 02, Wukirsari, Imogiri, Bantul. Papa satu anak itu sebagai pelopor penangkaran burung di kampungnya. Awalannya, pada 1998, Agung yang hidup di lingkungan penjual burung, saat tamat dari SMP pilih merantau ke Madiun, Jawa Timur. Pekerjaannya lantas tidak lain merupakan penjual burung keliling.

Image result for kampung burung

“Waktu itu keliling jualan burung kutilang lewat langkah dipikul, tidurnya di pasar-pasar, ” kata Agung selagi disambangi di kediamannya tempo hari. Tiga bln. di Madiun, dia pilih pindah ke Bali dengan terus jadi penjual burung keliling. Pada th. 1999, Agung yang sering memangkal ditepi jalan lantas ditegur yang memiliki area serta disuruh mengontrak. Selanjutnya lantaran telah punya bursa pasaran, dia lantas mengontrak area buat tempatnya memangkal di daerah Gianyar. Selanjutnya dibangunlah gubuk dari bambu. Gubuknya itu disulapnya buat berjualan burung sekalian pakan burung. Dari sana lama-lama pria ramah ini sukses menyatukan duit serta mulai bangun gubuknya jadi kios. Masa itu burung- burung yang dipasarkan di ambil dari Yogyakarta, Solo, Surabaya, serta Jakarta.

Selanjutnya pada 2004 mulai tahu ayam hias penangkaran burung. Burung yang dia jual sebagian di ambil segera dari tempat penangkaran di daerah Solo ataupun Malang. “Waktu ambillah burung itu, saya belajar juga, ” tukasnya. Sepanjang pergi-pulang beli burung dagangan, pada 2006, dia coba menangkarkan burung perkutut, puter, serta parkit di tempat tinggalnya. Rupanya penangkaran sukses. Dari yang pada awalnya cuma satu, dua pakai senantiasa jadi tambah bahkan juga burung yang ditangkarkan dimulai dengan love bird, murai batu, sampai cucak rowo. Di segi lain, usaha penjualan burung serta pakan burung di Bali milik dia juga senantiasa berkembang serta saat ini hingga punya tiga kios, yakni di daerah Gianyar, Ubud, serta Batu Irislah.

Keberhasilannya menangkarkan burung ditularkan pada warga di kampungnya. Menurut Agung, usaha menangkarkan burung itu enteng, bahkan juga dapat dilakukan sebagai kerja sampingan oleh ibu-ibu. “Untuk memancing kemauan warga agar pengen menangkarkan burung, saya modali bibit dengan sistim gaduhke, jadi seandainya ada apa-apa warga tdk rugi, ” ujarnya. System gaduh (makna Jawa) itu merupakan hasil penangkaran dibagi dua pada warga yang pelihara serta yang memiliki bibit. Dimulai dengan tetangga dekat hingga warga jauh tertarik menangkarkan burung. Selanjutnya pada 2013 usahanya senantiasa berkembang cepat. Tdk cuma warga Dusun Karangtalun, warga Dusun Jatirejo, Dengkeng, serta Karangasem, yang awal sebagai area dari Kelurahan Pucung juga turut menangkar burung.

Hingga saat ini di empat lokasi itu telah terbentuk 30 golongan penangkar burung tergabung dalam Wukirsari Bird Farm (WBF) Indonesia yang diketuai Agung. Hasil penangkaran tidak cuma dipasarkan di kampung sendiri, tapi ke daerah lain, seperti Kalimantan, Bali, Lombok, Surabaya, Jakarta, Sumatera, Bandung, serta Batam. “Saat ini rotasi duit dari empat perdusunan ini kami hitung-hitung menjangkau Rp20 miliar tiap tiap bulannya, ” kata Agung. Bersama-sama WBF Indonesia, dia berkemauan meningkatkan taman wisata berbasiskan pendidikan serta lingkungan dari aktivitas penangkaran burung itu. Salah satunya prosesnya merupakan pelepasan 1. 000 ekor burung ke alam bebas pada awal Mei 2016.

Taman wisata penangkaran burung kelak dapat jadi wadah buat penduduk yang pingin berlatih menangkarkan burung sekalian sebagai wahana pendidikan buat anak-anak. Tdk cuma taman, jangka waktu dekat daerah itu dapat bangun pasar burung yang dapat jadikan arah warga mencari burung peliharaan. Bupati Bantul Suharsono yang ada dalam aktivitas pelepasan burung ke alam bebas menginginkan acara ini dapat berlanjut agar kelestarian burung terus terbangun.

“Saya juga menindaklanjuti dengan bikin Perbub Larangan Berburu serta Menembak Burung (di area ini), ” tukasnya. Ketua Komisi A DPRD Bantul Amir Syarifudin tidak menolak jumlah rotasi duit dapat hingga miliaran rupiah dari burung. Sebab warga Pucung memanglah telah lama di kenal sebagai penjual burung yang sudah menebar nyaris di semua Indonesia. “Warga dari sana (Pucung) itu menebar di Indonesia jadi penjual burung, saya rasa amat mungkin perputarannya hingga miliaran, ” ucapnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s